Merencanakan Anggaran
Ketika Yesus berbicara tentang membangun menara (Lukas 14:28-30), Ia tidak berbicara langsung tentang anggaran. Yesus berbicara tentang kebijaksanaan praktis yang tak lekang oleh waktu, yaitu perencanaan dan persiapan. Ini sangat penting untuk mencapai tujuan dan ini sepenuhnya dapat diterapkan di bidang keuangan. Ada banyak prinsip di dalam Alkitab yang dapat diterapkan saat kita mencanangkan anggaran.
Di dalam kitab Amsal saja, kita dapat menemukan prinsip-prinsip sebagai berikut: menghindari pendapatan spekulatif,
- Tergesa-gesa (13:11),
- Keuntungan ilegal (10:2; 15:27) atau suap (17:23),
- Praktik memberi dengan murah hati sebagai prioritas (3:9-10; 14:31; 19:17),
- Penolakan untuk menjamin pinjaman untuk orang asing (11:15),
- Menghindari gaya hidup yang menyamarkan pendapatan kita yang sebenarnya (13:7),
- Menghindari pengeluaran untuk kemewahan (21:17) atau kerakusan (23:21),
- Bekal untuk keluarga dan anak-anak (13:22),
- Menghindari perbudakan kredit (22:7),
- Melebih-lebihkan atau disibukkan dengan menciptakan kekayaan (23:4).
Anggaran adalah strategi komitmen, yang membantu kita menghindari keputusan dan dorongan emosional menghabiskan uang untuk hal yang tidak penting, dan berkaitan erat dengan integritas pemuridan karena menuntut ketaatan. Anggaran menjadi disiplin spiritual baik saat kita sedang mengalami kesulitan keuangan atau kelimpahan, dan membantu kita tetap setia dengan apa yang telah diberikan dan dipercayakan kepada kita.
Kita dapat mempraktekkan iman, ucapan syukur, dan kemurahan hati melalui cara kita memprioritaskan penggunaan dana saat kita menyusun anggaran. Dengan menyusun anggaran, kita belajar untuk menjaga dan mengelola apa yang telah Tuhan percayakan kepada kita. "Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada" (Matius 6:21). [EH]
1. Melakukan dan merencanakan Anggaran sesuai kehendak Allah sesuai dengan Lukas 14:25-35
seperti mengorbankan kedagingan
2. Melakukan dengan benar anggaran dengan memberi diri untuk di pimpin oleh Roh kudus
3. Menerapkan 4s yaitu Kasihilah Tuhan, Allahmu , dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Matius 22:37-40
Secara kristiani apakah jika melakukan anggaran dengan baik, tapi tidak tau itu kehendak Allah atau tidak,
harus di verifikasi dulu itu kehendak Allah atau bukan.
Aku merasa Tuhan itu baik banget samaku, karena aku di tegor terus klau aku udah menyimpang, baik banget ya Tuhan itu, makasih buat sharingnya
Komentar
Posting Komentar