Memilih Pasangan Yang Ideal
KAMU BERHARGA ( #KamuBerharga )
Memilih Pasangan Yang Ideal
26 Juli 2022 on Clubhouse
PEMBAHASAN AWAL
Definisi Pernikahan menurut Allah:
Ps. Harry Lee:
1. Per definisi Alkitab, menikah adalah pria dengan wanita (Hanya ada 1 Pria dan 1 Wanita)
2. Kej. 1:31: Sungguh amat baik
3. Kej 2 : 18 : Tidak baik jika manusia sendiri, Tuhan mengetahui kebutuhan manusia jauh sebelum manusia mengetahui kebutuhannya sendiri.
4. Manusia tidak menjumpai penolong yg sepadan (awareness Adam butuh akan pendamping setelah ia selesai memberi nama2 kpd tiap hewan.
5. Kej 2 : 23 : Sepadan tulang dari tulangku dan daging dari dagingku.
6. Tuhan melihat kebutuhan adam membutuhkan penolong yang sepadan.
7. Menurut Adam: “Hawa adalah belahan jiwaku” -> Adam merasa cocok akan wanita pilihan Tuhan.
8. Kej 1:28 Allah memberkati Adam dan Hawa menjadi suami istri. Living together (kumpul kebo/pre-marital sex) tidak sesuai Alkitab, tidak sesuai dengan ketentuan Firman Tuhan. Apa yang berlaku dahulu, berlaku hari ini, Firman Tuhan tidak berubah.
9. Triune : 1 Tes 5:23 : Roh (inner man) – Jiwa (will, emotion, mind) – Tubuh.
10. Spirit: harus ada kecocokan spiritual (spiritual unity) di antara pria dan wanita (spiritual unity), sama2 memiliki prioritas untuk menyembah Tuhan, jadi bukan cuma “asal Kristen, cukuplah”. Setelah manusia jatuh dlm dosa maka Roh menjadi tidak pada posisi utama lagi.
11. Jiwa: harus sama frekuensinya. Kehendak lebih kepada mekanisme memilih. Ada unity juga di dalam jiwanya.
12. Gimana kalau spiritual dan tubuh cocok tapi jiwa tidak?
13. Bagi orang yang sudah lahir baru maka mereka dapat melihat pasangan hidupnya pada posisi yang semula, di mana Roh menempati posisi tertinggi seperti sediakala.
14. Bagi orang yang sudah lahir baru namun tidak menempati Roh pada posisi tertinggi maka akan mengalami berbagai permasalahan di dalam hidup pernikahannya.
15. Pasangan yang sepadan adalah jika terdapat kecocokan pada ketiga unsur tsb: Roh, jiwa dan tubuh.
16. Bagaimana jika Roh yang berbeda? Terang dan gelap tidak dapat bersatu.
17. Closing statement: Jangan terburu2 mengambil keputusan utk menikah tanpa mengetahui dia yang akan engkau nikahi. Ketahuilah segala sesuatu ttg dia sebelum menikah.
18. Closing statement: Konseling pernikahan tidak menjamin kelanggengan pernikahan, karena tidak satu manusia pun yang mahatahu.
Ps. Ferry Felani:
1. Ed Cole, tokoh kegerakan pria, “Pengajaran ttg memilih pasangan hidup adalah pengajaran penting kedua setelah pengajaran ttg keselamatan”.
2. Salah pilih pasangan hidup bisa masuk neraka dunia. Salah pilih juruselamat bisa salah masuk neraka.
3. 4 masa relationship:
a. Masa single (ehem, jomblo bukan kutuk, jomblo adalah anugerah)
b. Masa pacaran: ketika sudah mempersiapkan diri utk ke pernikahan. Jangan cuma nonton, sayang2an.
c. Masa pernikahan
d. Masa keluarga
4. Pernikahan: “Aduh sayang yah masalah ini sebenarnya bisa diselesaikan ketika dari sebelum menikah” à org itu mau dipulihkan di masa single maupun di masa pacaran. Sayang jika tidak memanfaatkan masa pacaran
5. Pernikahan in English :
a. "wedding" : pesta, acara pernikahan (pemberkatan, resepsi, "Wedding March" song)
b. "marriage" : kehidupan pernikahan sendiri, bukan cuma malam pertama. Di dalam pernikahan dibutuhkan dua orang yang kuat, yang terus menerus bertumbuh dan dipulihkan untuk memikul beban.
6. Pernikahan: harus mau menerima beban dan memikul beban bersama (tanggung jawab), SATU PUAKETT.
7. Gimana bisa melewati masa pernikahan (“marriage”) dengan baik kalau masa pacarannya asal2an: kitanya masih broken eh malah milih pasangan yang abal2. Ga sesimpel drakor. Welcome to the real world: konflik, ketidakcocokan, dll.
8. “Di dalam pernikahan, hal2 kecil adalah hal2 besar”. Sehingga perlu jeli dari sekarang untuk dapat memilih pasangan hidup yg baik.
9. Pilih pasangan hidup yg baik:
a. Karakter: siapa saya akan menentukan siapa dan apa yang akan kita pilih. Identitas, karakter kita menentukan pilihan kita. Mis: kalau pria hidung belang akan memilih pasangan hidup yang bodynya seksi dlsb. Kalau pria tsb adalah org yg suka belajar, ia mencari orang yang berpendidikan baik. Kalau hari ini hidup kita kacau, mendingan upgrade/bertumbuh dulu. Jenis umpan menentukan jenis ikan. Kalau pria ngumpannya pakai barang2 branded (makanan, mobil, the look), maka akan dapat cewe matre. Kalau cewe ngumpannya pakai keseksian, misalnya, maka akan dapet pria hidung belang. Kalau kita ngumpannya pakai karakter yg cinta Tuhan, maka kita akan dapat yang juga cinta Tuhan. Kita wajib mengupgrade diri kita agar pasangan yang kita pilih ditentukan oleh hasil upgrade-an diri kita. Yuk pakai kesempatan masa pacaran utk upgrade diri kita.
i. Contoh: “Cowo ganteng, mapan, tanggung jawab, setia, sabar, mau sama kamu ga kalau kamunya engga kaya begitu??”
ii. Contoh: “Trifena, cewe usia 15 tahun yg cowonya berulangkali godain cewe di medsos: putusin aja pacarnya tsb, manfaatin waktu perbaharui dirimu dulu” à harus berani tegas untuk bisa move on. “Hanya perlu 2 hari utk galau, di hari ketiga bangkit bersama Tuhan Yesus”. Gak nyesel bersikap tegas thdp cowo tadi. Gak ngabisin waktu utk memperbaharui diri untuk mempersiapkan hubungan yang lebih baik di masa depan, sebelum udah terlanjur. Kalau hub. toxic beranikan diri utk tegas di dalam nama Yesus utk memutuskan hubungan utk upgrade dirimu dulu.
10. Closing statement: Pernikahan itu untuk ORANG DEWASA, bukan untuk ANAK-ANAK.
Kitab Rut
Rut 1: 1-17
Rut tidak memiliki harapan lagi, karena suaminya sudah meninggal. Belum lagi latar belakang Moab dan Israel yang tidak pernah akur. Lalu kenapa Rut masih mau mengikuti Naomi, padahal tidak ada keuntungannya sama sekali untuk mengikuti Naomi? Banyak pakar menduga bahwa Rut telah menyaksikan sendiri bagaimana keluarga Elimelekh dan Naomi melayani Allah YHWH, sehingga ia memilih untuk mengikuti Allah YHWH, dibandingkan kembali kepada bangsanya dan menyembah allah bangsanya. Ini adalah keputusan yang suram, karena Naomi tidak ada anak lagi, sehingga sebenarnya Rut tidak ada masa depan dengan Naomi.
Tapi Tuhan punya rencana lain. Tuhan bekerja justru di jalan-jalan yang menurut manusia tidak mungkin. Singkat cerita, Tuhan membangkitkan keturunan dari Elimelekh, dan anak dari Rut dan Boas adalah Obed, kakek dari Daud, yang adalah nenek moyang dari Yesus.
Dengan cerita hidup Rut ini, marilah kita teladani sikap Rut yang mendahulukan Tuhan dibandingkan mendahulukan kenyamanan diri sendiri.
Kesaksian:
Dulu, dalam memilih pasangan hidup, saya selalu mencari yang bukan Kristen, supaya bisa mengajak calon saya untuk jadi Kristen, mengikuti jejak Abang saya. Saya tidak pernah menanyakan kepada Tuhan. Tapi Tuhan kemudian menunjuk isteri saya saat ini, dan bersamanya, saya merasakan berbeda sekali.
Menentukan pasangan ideal:
1. Mendahulukan Tuhan terlebih dulu
2. Kita & pasangan = 3 in one (kita, pasangan, dan Tuhan)
Pertanyaan:
1. Pasangan hidup itu dari Tuhan atau kita yang pilih?
a. Jodoh di tangan Tuhan (“Johaann”). Ps. Ferry: pasangan hidup atau jodoh itu adalah dari Tuhan dan juga pilihan kita sendiri. Dari Kej – Wahyu hanya Adam yang dipilihkan/dijodohkan Tuhan dengan pasangannya, Hawa; sisanya tidak ada yang Tuhan pilihkan. Waktu kita mau memilih pasangan hidup, libatkan Tuhan, tanya Tuhan, lalu ambillah keputusan juga dengan akal budi.
b. Roma 8:28 “Allah TURUT BEKERJA …”. Jadi kerja sama antara Allah dengan kita.
2. Bagaimana cara mengetahui bahwa dia orang yg tepat kirimanTuhan? Adakah tandanya?
a. Kehendak Tuhan sama seperti memilih tempat parkir, ada tempat2 parkir yang sudah ditandai, dan ada yang masih kosong. Selama masih kosong, maka boleh parkir di manapun. Tuhan kasi kita kebebasan tapi ada koridornya: seiman dan sepadan.
b. Misal ada 5 kandidat pria: sama2 seiman, OK, namun ada skor2 di setiap pribadi tsb ada yang menentukan kebahagiaan. Intinya bagaimana kita membangun hubungan dengan orang2 tsb untuk mengetahui apakah dia sudah diperbaharui dulu di dalam Tuhan atau belum. “Nikahilah sahabatmu” lebih sesuai daripada “cinta pandangan pertama”. Banding2kanlah di antara 5 kandidat tsb.
c. Butuh pengertian akan Firman Tuhan, kemelekatan dengan Tuhan dan kepekaan rohani untuk dapat mengetahui seseorang apakah ia tepat atau tidak, sehingga tahu bahwa ketika Tuhan kasi lampu kuning agar jangan kita terobos.
3. Ketika masih single, bagaimana seharusnya saya bersikap dalam masa menunggu itu?
a. Ketika msh single manfaatkan untuk mempersiapkan diri. Jomblo bukan kutuk, jomblo itu berkat, asah potensimu, “there’ll be no marrow”. Wujudkan “gue gak nyesel nikah ama elo”.
b. Berkenalanlah dengan sebanyak mungkin orang, termasuk lawan jenis. Jangan main di kolam kecil. Bangun hubungan yang luas di koridor seiman dan sepadan.
c. Jangan serobot pasangan orang lain, kalau mau maju pastikan udah putus dulu, dan bukan krn kamu putusnyahhh.
4. Di masa modern sekarang, dimana orng sudah mandiri, independen sekalipun wanita, masih perlu tidak sih menikah itu?
a. Ps. Harry:
1. Menikah bukan dari sudut independen / dependen
2. Konsekuensi dari sikap liberal di dalam pernikahan memegang peranan penting di dalam pernikahan.
3. Alasan pernikahan: kurang komunikasi, ketidakcocokan pemikiran atau level pemikiran, percekcokan yang tidak berkesudahan, kekerasan dalam pernikahan.
4. Lihat ulang visi-misi awal pernikahan
b. Ps. Ferry:
1. Mat 19: 12 “Ada orang yang tidak dapat kawin karena ia memang lahir demikian dari rahim ibunya”. Ada yang di hidupnya dilahirkan normal tapi dijadikan demikian oleh orang lain. Dan yang ketiga, karena kemauannya sendiri karena kemauan Kerajaan Sorga.
2. 1 Kor 7: 1 “Adalah baik bagi laki2 jika ia tidak kawin. Tapi mengingat bahaya percabulan lebih baik menikah”. Lebih baik kawin daripada hangus karena hawa nafsu (ay. 9). Lebih baik tidak menikah dan fokus pada Firman Tuhan. Kalau ada orang yang tidak menikah karena trauma, itu tidak baik; trauma harus disembuhkan. Hidupmu bukan punya kamu lagi, tanyalah pada Tuhan. Ia akan memberi jawaban. Alasan terbaik: “Menerima tuntunan Tuhan”.
5. Apakah Tuhan mementingkan kesamaan level pendapatan dalam menentukan sebuah pasangan?
a. Ps. Harry:
1. Dua menjadi satu. Tubuh, rumah dan dompet menjadi satu juga.
2. Kebersamaan
6. Karena saat ini kriteria utama adalah kebahagiaan materi dulu, baru kriteria2 lainnya..
a. Ps. Harry:
1. Kalau kriteria utamanya materi, maka rapuh sekali karena jika tidak ada materi maka akan hancurlah pernikahan tsb.
2. Kebahagiaan itu tidak ditentukan oleh materi, melainkan kebahagiaan kita tentukan secara bersama.
7. Bagaimana dengan pasangan beda agama?
a. Ps. Harry:
1. Gelap dan terang tidak dapat dipersatukan
b. Ps. Ferry:
1. Kalau orang menikah berbeda agama, bisa gak orang itu berbahagia pernikahannya? Bisa, ada. Kalau Cuma bahagia, ada, bisa. Tapi kalau menurut Alkitab, dikatakan 2 Kor 6: 14 agar seiman dan sepadan.
2. Kej. 1:26-28 : God’s original plan ttg pernikahan. Pernikahan itu bukan manusia yang buat, tapi Tuhan yang desain. Ay. 26 Tuhan punya rencana, ay. 27: manusia diciptakan, ay. 28: Allah memberkati manusia, utk apa : ay. 28: beranak-cuculah, dan berkuasalah atas seluruh bumi (sesuai rencana di ay. 26). Jadi Tuhan mau manusia menikah utk memenuhi rencana Tuhan. Jadi tidak bisa kalau tidak seiman dan tidak sepadan. Sudah pasti tidak bisa. Yuk temukan rencana Tuhan, dan pasangan yang baik.
3. Tujuan Tuhan kita menikah bukan untuk sekedar kita bahagia, melainkan untuk menggenapi rencana Tuhan. Bukan kebahagiaanlah yang menjadi ultimate purpose.
4. Bahagia hanya efek samping pernikahan, tujuan utamanya: memenuhi rencana Tuhan.
8. Bagaimana jika sudah menikah tetapi gak cocok bisa pisah gak?
a. Ps. Harry:
1. “Menikah sehidup semati sampai maut memisahkan kita”
2. Roh-jiwa-tubuh harus sesuai, se-sync mungkin.
3. Karakter seseorang harus dilihat di masa pacaran.
4. Di Perjanjian Baru tidak diijinkan poligami.
5. Kej 49:29-32, Yakub meminta dikuburkan di sebelah kubur Lea.
6. Jika sudah terlanjur menikah, tetap “harus diupayakan untuk dapat mempertahankan pernikahan”.
7. Orang yang dpt memberikan konseling yang baik adalah orang yang memberikan konseling dengan dasar Alkitab yang baik.
8. Pelajarilah sebanyak mungkin di masa pacaran.
9. Ributlah di masa pacaran, kalau sudah menikah: TIDAK ADA JALAN MUNDUR.
9. Sahabat aku cewe semua Ps, lagi pandemic jg dan gak tau slesai kapan, gimana sbg cewe untuk berteman banyak dan memperluas pertemanan?
a. Ps. Ferry:
1. 3B: Berdoa, Berdandan, Bergaul: di gereja, di Clubhouse, di Komsel,
2. LIBATKAN TUHAN, guys!
10. Kan emang dr sebelum menikah harus pakai akal budi untuk melihat karakter.. jika sudah terlanjur menikah & terjadi KDRT bagaimana cara menanggapinya?
a. Ps. Harry:
1. Kekerasan tidak harus berakhir dengan perceraian.
2. Ada kemungkinan gereja memberi kesempatan utk berpisah (bukan bercerai), namun diberikan ajaran2 konseling pernikahan.
3. Kalau seseorang tidak mau mengikuti konseling, atau tidak mau melanjutkan pernikahan tsb: perceraian dalam jenis ini tidak diperkenankan Alkitab. Yang diizinkan oleh Alkitab adalah perceraian karena perzinahan yang berulang-ulang (pertobatan tidak terjadi dalam dirinya).
4. Mat 19: 9 , Luk 16: 18.
5. Bisa saja seseorang dilegalkan oleh hukum pemerintah namun hidup dalam perzinahan bila dipandang dari sisi Alkitab.
6. Kedua belah pihak harus mengusahakan meneruskan pernikahan.
7. Penting sekali untuk mempersiapkan sebelum pernikahan.
8. Di dalam pernikahan, jika situasinya sampai mengancam melalui pembunuhan, maka lebih baik bercerai.
11. Bagi yang sudah bercerai apakah yang sebaiknya dilakukan?
a. Ps. Ferry:
1. Bertobat. Ingat: “Allah membenci perceraian”. Dalam perceraian hampir selalu ada andil kedua pihak. Bertobatlah.
2. Perceraian bukanlah dosa yang tidak bisa diampuni.
3. Bergumullah untuk menentukan kehendak Tuhan dalam hidupmu. Bangunlah hub baik dgn Tuhan dulu, jangan main lanjut2 dulu.
12. Saat ini aku udah menanti pasangan tapi kenapa Tuhan belum jawab doa aku, apakah aku ditentukan untuk sendiri?
a. Ps. Ferry:
1. Apakah karena ekspektasimu terlalu tinggi? Plis cek dulu guys, apakah karena imajinasi pasanganmu terlalu imajiner (too perfectionist),
2. or misalnya terlalu gampang ill-feel sama orang?
3. Apakah ada perilaku dan sikap kita yang tidak kita sadari, yang membuat orang tidak nyaman. Cek habit2 kita yaks!
13. Manakah yang lebih dulu kita perjuangkan, pasangan hidup atau tujuan hidup?
a. Ps. Ferry:
1. Idealnya: menentukan tujuan hidup dulu, tanya Tuhan dulu, dlsb.
2. Gimana kalau udah keburu engga menentukan tujuan hidup dulu krn udah keburu pacaran dulu? Gpp, cobalah utk cari kehendak Tuhan dulu, carilah tujuan hidupmu dulu.
Pertanyaan baru:
1. Sepadan itu apa? Sepadan adalah sinkron dalam 3 elemen (tubuh, jiwa, roh), tetapi yang paling utama dan paling awal adalah roh. Nanti jiwa dan tubuhnya akan diperbarui oleh Roh Kudus.
2. Untuk pertanyaan no 12 di jawaban nomor 3, gimana kita bisa tahu hal tersebut? Bukankah kita harus saling menerima atau paling tidak menegur pasangan kita ketika salah? Keberadaan Tuhan adalah yang pertama dan utama yang harusnya menjadi pemersatu, sehingga ketika Tuhan dilibatkan dalam hubungan tersebut, maka Tuhan yang akan menegur, melengkapi dan membaharui masing-masing orang tersebut.
3. Kolose 3: 18-19 maksudnya apa? Maksudnya adalah itu adalah gambaran hubungan Allah dan Umat-Nya.
4. Adakah orang yang ditentukan dari awal untuk tidak menikah? Ada, asalkan itu adalah kehendak Tuhan dan ditentukan oleh Tuhan sendiri.
5. Kalau beda ras, suku, budaya dan bahasa gimana? Apakah sepadan? Sepadan tidak bergantung pada hal-hal yang fisik. Yang pertama-tama yang sepadan adalah roh-nya.
6. Gimana caranya mendapatkan pasangan yang ideal kalau sedang jomblo? Jomblo ya mempersiapkan diri untuk dibenahi Tuhan dulu, jangan buru-buru atau terintimidasi dengan teman-teman yang sudah mendapatkan pasangan. Fokus kepada Tuhan.
7. Kalau seseorang memutuskan untuk hidup selibat, dan tiba-tiba menghadapi persimpangan antara melanjutkan menuju tahbisan atau keluar biara demi sebuah pernikahan, apakah itu tanda kita tidak matang secara psikis? Apakah Tuhan menunjukkan pilihan di detik-detik terakhir? Apakah Allah memang senang membolak-balikkan hati? Ingatlah bahwa kita adalah ciptaan, bukan yang menciptakan. Allah-lah yang menciptakan dunia ini, dan dalam 1 hari, Dia juga akan menghancurkannya. Adalah kedaulatan Tuhan untuk melakukan apapun terhadap ciptaan-Nya. Seharusnya sikap seperti Yusuflah yang harus kita teladani (Kej. 50:20), yaitu: “Memang kamu telah mereka-rekakan yang jahat terhadap aku, tetapi Allah telah mereka-rekakannya untuk kebaikan dengan maksud melakukan seperti yang terjadi sekarang ini, yakni memelihara hidup suatu bangsa yang besar.” Episode orang tersebut masih berlangsung. Mungkin saat ini rasanya seperti zig-zag, tapi Tuhan sedang bekerja. Tetap fokus.
Komentar
Posting Komentar