Mazmur 139 Tuhan Maha Tahu



Mazmur 139

Mazmur 139 merupakan pasal pendek yang kaya. Kaya karena dipenuhi kekaguman Daud akan Allah yang luar biasa

Coba pikirkan satu orang terdekat dalam hidup Anda. Bisa pasangan, saudara, atau sahabat. Adakalanya ia tak perlu bicara panjang lebar tapi Anda mengerti maksudnya. Satu kata atau tatapan sekilas darinya sudah cukup bagi Anda untuk mengungkap apa yang ia inginkan. Tentunya ini bisa terjadi karena Anda mengenal orang tersebut dengan baik.

“Sebab sebelum lidahku mengeluarkan perkataan, sesungguhnya, semuanya telah Kauketahui, ya TUHAN.” – Mazmur 139:4

Bagi Allah tidak ada yang tersembunyi. Tuhan mengenal kita karena Dialah yang menciptakan kita (Mazmur 139:13). Dia tahu keberadaan kita dan apa saja kebutuhan kita, bahkan sebelum diungkapkan. Saat kita tak sanggup merangkai kata dalam doa, Tuhan tersenyum dan mengangguk sebagai tanda Dia memahami isi hati kita.

Sungguh bahagia mengetahui Allah begitu mengasihi dan mengenal kita dengan dalam. Kita dapat berbangga, semangat menjalani kehidupan dan menyongsong masa depan karena percaya Tuhan segala yang kita butuhkan. Dan, Dia akan menyiapkan semuanya.

Pernahkah kita berpikir bahwa tidak ada siapa pun yang mengetahui pergumulan kita? Daud menyadari bahwa hal itu tidak mungkin, sebab Tuhan adalah Allah Yang Mahatahu. Allah tahu ketika Daud duduk atau berdiri, berjalan atau berbaring, bahkan perkataan-perkataannya yang belum terucap (2-4).

Dalam sebuah hubungan, perlu adanya penerimaan utuh terhadap satu sama lain. Baik itu kelebihan maupun kekurangan. Biasanya kita lebih menyukai kelebihan atau kebaikan saja, tetapi sulit menerima kekurangan dan keburukan pihak lain. Inilah yang akan menjadikan hubungan tidak harmonis, dingin, dan lambat laun hancur.

Namun, Tuhan adalah Pribadi yang sabar. Dia tidak akan meninggalkan kita, bagaimana pun sikap hati kita kepada-Nya.

“Tuhan tidak lalai menepati janji-Nya, sekalipun ada orang yang menganggapnya sebagai kelalaian, tetapi Ia sabar terhadap kamu, karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat.” – 2 Petrus 3:9

Ingatlah kembali saat-saat ketika kita berjanji setia mengikut Tuhan dan mencintai-Nya. Seberapa sering kita lupa berterima kasih kepada-Nya? Menganggap semua berkat adalah hasil kerja keras kita semata? Melawan kehendak-Nya dan menganggap rencana kita lebih hebat? Seberapa sering kita menomorduakan Tuhan, sementara Tuhan menomorsatukan kita?

Daud menulis, “Jika aku mendaki ke langit, Engkau di sana; jika aku menaruh tempat tidurku di dunia orang mati, di situ pun Engkau.” (Mazmur 139:8). Betapapun kita mendukakan hati-Nya, Tuhan tetap menunggu dan berharap kita kembali. Dia ingin kita hidup dalam pertobatan agar kita selamat, dan kelak, dapat tinggal bersama-sama dengan-Nya.

Tuhan Yang Mendidik

Bayangkan jika sahabat atau pasangan kita hanya mencari-cari kesalahan kita saja. Selalu melihat sisi negatif tanpa membantu memperbaikinya. Tentu ini akan membuat kita stres dan tidak nyaman bersamanya.

“Selidikilah aku, ya Allah, dan kenallah hatiku, ujilah aku dan kenallah pikiran-pikiranku; lihatlah, apakah jalanku serong, dan tuntunlah aku di jalan yang kekal!” – Mazmur 139:23-24

Dalam doanya, Daud mengatakan “ujilah” dan “tuntunlah”. Artinya, Tuhan bukanlah Sosok yang hanya mencari-cari kesalahan, melainkan juga mau memperbaiki (menuntun) hidup kita. Tak hanya sabar menghadapi kelemahan kita, Dia menunjukkan kasih yang begitu besar untuk mendidik kita agar semakin mirip dengan-Nya.

Belajarlah dari Daud yang rendah hati, yang senantiasa memeriksa apakah hidupnya sudah sesuai kehendak Tuhan atau belum. Kita kenali kelemahan bukan untuk menuduh atau mengecilkan keberadaan, tetapi agar kita dapat memperbaiki diri.

Bersyukurlah karena kita memiliki Tuhan yang Mahatahu, Panjang Sabar, dan Mendidik kita. Semoga dengan membaca dan meresapi Mazmur 139, kita menjadi seorang Kristen yang lebih mencintai Allah. Amin.

Sumber dari renungan saat teduh




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Memilih Pasangan Yang Ideal

Semua Hanya Tentang Waktu (Move On)

Berusaha Memahami & Mengerti Orang Lain