Semua Hanya Tentang Waktu (Move On)
Move on itu gak bisa kita prediksi berapa lamanya kita berhasil ngelupain seseorang, apalagi kalau sudah bertahun tahun ngejalanin hubungan.
Susah ga sih Move On? Susah, tapi harus
Apalagi tanpa orang baru, dimana kamu harus melewati fase hancur sehancurnya, harus bisa tenangin diri sendiri, ngebujuk diri sediri, obatin sakitnya sendiri dan itu berat banget.
Hari ini Happy, besok tiba tiba sedih
Hari ini ikhlas, besok tiba tiba engga
Hari ini lupa, besok tiba tiba keinget
Hari ini rame, besok tiba tiba sepi
Gak pernah terpikirkan sebelumnya, kenapa harus? ya, karena bukan kita lagi yang dia mau. Bukan lagi orang yang pantas dia perjuangkan
Selama ini, aku hanya memanipulasi orang orang agar melihat hidup saya baik baik saja tanpa dia, bersikap seolah olah saya tidak ada masalah, aku menyembunyikan semua luka, tangis, amarah, kekecewaan ketika aktivitas di luar. Tapi kamar saya selalu menjadi saksi betapa sedih dan hancurnya aku.
Akhirnya!
Sudah hampir 2 tahun, aku memilih untuk benar benar mengikhlaskan dan melepaskan tanpa mengganggu hidupnya lagi. Aku tidak lagi menghubunginya, baik baik saja dan selalu memilih untuk terlihat baik baik saja.
Aku berhenti menyebut namanya dalam doaku. Aku tidak lagi melihat sosial medianya. Aku berhenti mencari tahu hal yang membuat aku sakit.
Aku mengusahakan dan mengorbankan diriku untuk yang terakhir kalinya melepaskan agar dia bisa menemukan apa yang dia sebut bahagia. Sejak saat ini cinta dan segala sejenisnya terasa seram.
"Kamu masih pemenangnya tapi aku tidak lagi mengejarmu."
Aku bukan tipe orang yang ninggalin sesorang karena kekurangan dan kelebihannya. Tapi kalau aku rasa udah capek, aku mundur. Jika ketulusanku kau anggap becanda, maka kejarlah yang kau anggap sempurna.
Berbahagialah, kejarlah kesempurnaan itu, sampai jumpa di titik terbaik menurut takdir.
https://www.tiktok.com/@gek.ayya/photo/7485346121045249287?is_from_webapp=1&sender_device=pc
Komentar
Posting Komentar