Perpuluhan dan Persembahan Kasih mana lebih baik
Pada saat ClubHouse #kamuberharga mengudara ada yang bertanya tentang Perpuluhan dan Persembahan Kasih mana lebih baik untuk dilakukan. Pertanyaannya sangat menarik ya. Kadang kita bingung sebenarnya yang aku lakukan ini sudah bener gak ya. Misalnya ada yang melakukan perpuluhan ke gereja dan ada yang melakukan hanya persembahan kasih kepada orang miskin. Semua yang dilakukan adalah benar. Penjelasannnya berikut ini ya.
Jadi penulis membaca dari https://sabda.org/pesta/node/627 , artikel ini sangat membantu penulis yang kebingungan pada waktu itu.
dikatakan disini menurut Alkitab Perjanjian Lama,
Ulangan 14:29 : maka orang Lewi, karena ia tidak mendapat bagian milik pusaka bersama-sama engkau, dan orang asing, anak yatim dan janda yang di dalam tempatmu, akan datang makan dan menjadi kenyang, supaya TUHAN, Allahmu, memberkati engkau di dalam segala usaha yang dikerjakan tanganmu." (TB)
Ulangan 26 : 12 : "Apabila dalam tahun yang ketiga, tahun persembahan persepuluhan, engkau sudah selesai mengambil segala persembahan persepuluhan dari hasil tanahmu, maka haruslah engkau memberikannya kepada orang Lewi, orang asing, anak yatim dan kepada janda, supaya mereka dapat makan di dalam tempatmu dan menjadi kenyang. (TB)
Dalam Ulangan 14:29 dan Ulangan 26:12 TUHAN menetapkan bahwa persembahan persepuluhan digunakan untuk kesejahteraan:
1. Orang Lewi dalam artian Hamba Tuhan, Pendeta dll
2. Orang asing dalam artian orang yang tidak dikenal
3. Anak Yatim dalam artian anak yang tidak berbapa
4. Janda dalam artian yang tidak punya suami
Lalu dalam Alkitab Perjanjian Baru
Matius 19:16-22 tentang Orang Muda Kaya
Tuhan Yesus meminta kepada anak muda yang kaya supaya menjual semua hartanya, memberikan kepada orang-orang miskin dan mengikut Tuhan Yesus. Tuhan Yesus tidak meminta anak muda itu untuk memberikan semua hartanya untuk orang Lewi, tetapi secara langsung memberikan kepada orang-orang miskin.
Markus 12:41-44 tentang Persembahan Seorang Janda Miskin
Tuhan Yesus menunjukkan kepada para muridnya persembahan seorang janda miskin sebesar dua peser ke dalam peti persembahan di bait Allah. Walaupun sangat kecil, dua peser itu dikatakan Tuhan Yesus sebagai seluruh nafkahnya. Janda miskin itu memberikan seluruh nafkahnya ke bait suci untuk orang Lewi.
Tuhan Yesus tidak menilai berapa banyak dan kepada siapa persembahan persepuluhan itu diberikan, tetapi Tuhan menilai hati si pemberi persembahan itu.
Contoh kasus, ada seseorang yang tidak sepenuhnya memberi kegereja, namun lebih sering memberikan kepada orang yang membutuhkan. Karena menurutnya konteks perpuluhan dan sedekah sangat berbeda. Dia mengartikan perpuluhan adalah mengembalikan apa yang menjadi milik Tuhan. Dan bersedekah adalah bagian dari tanggungjawab kita untuk membantu sesama.
Yang perlu digaris bawahi disini adalah jika perpuluhan mengembalikan milik Tuhan lalu bersedekah bukankah milik Tuhan juga. Semua milik Tuhan, kita hanya pengelola. Semuanya kembali kepada niat kita masing - masing. Bahwa menolong atau berbagi kasih juga adalah bagian dari mengembalikan apa yang menjadi milik Tuhan.
Jadi sebaiknya kita tidak usah mempertentangkan mengenai ketentuan pemberian persembahan persepuluhan dan kepada siapa harus diberikan. Minta bimbingan Roh Kudus untuk menunjukkan kepada siapa persembahan itu akan diberikan. Kepada gereja lokal, kepada hamba Tuhan yang 'membutuhkan', kepada orang asing, anak yatim atau kepada janda miskin.
Thats right ito keren bgt
BalasHapusTerima kasih semoga bermanfaat, GBU
BalasHapus