Doa Daud
Mazmur 86 : 1 - 6
Daud adalah seorang yang sarat dengan masalah, tetapi hatinya luar biasa. Daud bukan orang tanpa salah, tetapi dalam doa-doanya kita bisa temukan sumber pengharapannya. Yang membuat doa kita luar biasa bukan kitanya, tetapi kepada siapa kita berdoa, ada pribadi yang luar biasa, Yesus Kristus nama-Nya. Kita tidak sempurna, tetapi Yesus itu sempurna. Kabar baik: tidak perlu sempurna doa kita untuk dijawab Tuhan, yang penting hati kita tulus seperti Daud mengejar hati Bapa. ••• Mazmur 86 : 1 - Doa Daud. Sendengkanlah telinga-Mu, ya Tuhan, jawablah aku, sebab sengsara dan miskin aku. Tuhan tidak meluputkan Daud dari masalah, tapi Tuhan menyertai dia dalam masalah-masalahnya. Doa di mazmur ini bukan untuk menjadi hafalan, tetapi pahami spiritnya, agar kita bisa meniru hubungan Daud dengan Tuhan. Di sepanjang mazmur 86, Daud memanggil Tuhan dengan bahasa Ibrani 'Adonai', yang berarti 'majikan'. Menunjukkan bahwa dalam doa, Daud menundukkan diri penuh pada Tuhan, Daud totalitas. Kebanyakan orang hanya menjadikan Yesus sebagai Juru Selamat, tetapi tidak menjadikan Dia sebagai majikan dimana kita harus menundukkan diri. Ingat bahwa kita ini hanyalah hamba. Jangan jadikan Tuhan itu seperti sinterklas, kita minta ini-itu, meminta Tuhan jadi tukang jawab doa kita. Ketika kita doa, harus tunduk pada Tuhan. Kata 'Sendengkanlah telinga-Mu' berarti 'bow down your ear', dimana Daud merasa tidak kuat dan tidak layak. Jangan pernah kita tidak berdoa karena kita merasa tidak layak, merasa lemah. Ketika kita merasa tidak mampu, justru harus berdoa, jangan lari dari hadirat-Nya. ••• 1 - Doa yang beralasan Kita juga harus berdoa dengan segenap akal budi kita, taruh dalam kata-kata - walau tidak harus fasih lidah - yang sejujur-jujurnya, Doa juga tidak boleh terbawa emosi marah. Sekalipun Tuhan itu maha tahu, taruhlah dalam kalimat-kalimat yang benar saat menghampiri-Nya yang patut kita hormati. Pikirkan secara matang doa kita tulus dan berguna dalam situasi kita. Jangan menggunakan kata-kata kita untuk membuktikan diri kita. Beberkan alasan-alasan mengapa kita butuh Tuhan, bukan alasan mengapa Tuhan harus jawab doa kita. ••• 2 - Doa yang beriman Mazmur 86 : 2 - Peliharalah nyawaku, sebab aku orang yang Kaukasihi, selamatkanlah hamba-Mu yang percaya kepada-Mu. Ini bukan percaya diri, tetapi percaya Tuhan/ Godly confidence. Daud beriman, sekalipun kondisinya dalam bahaya, tetapi Daud tetap menyatakan bahwa Tuhan mengasihinya. Iman kita tidak datang dan pergi, selama Roh Kudus tinggal di dalam kita, kita masih bisa beriman. Tetapi iman harus dikorbankan melalui pengakuan kita. ••• 3 - Doa yang bertekun Mazmur 86 : 3 - Engkau adalah Allahku, kasihanilah aku, ya Tuhan, sebab kepada-Mulah aku berseru sepanjang hari. Pada saat ini Daud masih bergumul, doanya belum dijawab. Kita harus bisa berkata "Jikalau Engkau belum menjawab doaku seperti membatu membayar utang utangku, Engkau tetap Allahku.". Jikalau Tuhan belum menyembuhkan kita, katakan bahwa Tuhan tetaplah Allah Penyembuh. Jikalah Tuhan belum mengeluarkan kita dari penjara, katakan bahwa Tuhan tetaplah Allah yang membebaskan. Daud dikatakan berseru sepanjang hari, bukan sesekali atau hanya satu kali. Daud bertekun. Iman kita mungkin pas-pas'an, tetapi kita harus bulat hati percaya pada Tuhan, doa kita harus bertekun, tidak boleh plin-plan. Berdoa sampai sesuatu terjadi. ••• Ringkasan khotbah ini adalah berdasarkan pandangan pribadi penulis dan dapat bias sesuai dengan pemahaman dan pengalaman pribadi penulis. Penulis tidak bertanggung jawab atas kesalahan penangkapan atau pemahaman yang dialami oleh pembaca. Firman Tuhan yang sama dapat menyatakan berbagai hal yang berbeda bagi orang yang berbeda pula, oleh sebab itu penulis tetap menghimbau pembaca untuk mendengarkan dari sumber aslinya. Ringkasan ini adalah untuk kalangan sendiri. Penulis tidak bertanggung jawab atas setiap materi yang disampaikan oleh pembicara.
Komentar
Posting Komentar