Jadi tadi aku telponan sama temanku, dia memberikan judul buku ini sama ku, pemikiranku pertama tentang buku ini adalah penantian seorang wanita dengan kesabarannya, Ternyata bukan. Banyak hal yang dipelajari disini, aku sangat bersyukur menemukan buku ini, sehingga mengingatkan lagi bahwa yang terbaik sudah disediakan Tuhan untukku.
Lady in Waiting (wanita dalam penantian) bukanlah tentang bagaimana menemukan pria yang tepat, tetapi bagaimana menjadi wanita yang tepat. Menjadi wanita yang tepat dapat di pelajari dalam alkitab dengan melihat kisah hidup Rut, seorang janda dari Moab yang saleh di hadapan Tuhan. Ada 10 sifat Rut yang patut di pelajari oleh para wanita lajang agar menjadi seorang wanita yang berkualitas semasa penantiannya yakni :
1. Wanita Dengan Penyerahan Tanpa Ragu
2. Wanita Yang Rajin
3. Wanita Yang Beriman
4. Wanita Yang Penuh Kewajiban
5. Wanita Yang Penuh Pengabdian
6. Wanita Yang Murni
7. Wanita Yang Memiliki Rasa Aman
8. Wanita Yang Puas
9. Wanita Yang Penuh Keyakinan
10. Wanita Yang Sabar
Penantian adalah sebuah hal yang sangat sulit namun perlu di hadapi dengan kesabaran oleh para wanita lajang agar tidak menyesal dengan konsekuensi ketidaksabaran. Untuk itu, mengembangkan kesabaran harus di lakukan oleh para wanita lajang dengan selalu percaya dan bersandar pada Tuhan. Menanti dengan sabar artinya memberi waktu kepada Allah bukan hanya untuk membentuk wanita lajang namun juga kekasihnya agar di masa mendatang apapun masalah yang di hadapi sebagai pasangan dapat teratasi dengan baik. Oleh karena itu biarkanlah Bapa Sorgawi melengkapi pekerjaa-Nya untuk masa depan yang cerah dan penuh harapan. J
Buku Lady In Waiting meruntuhkan tentang asumsi bahwa pernikahan dapat menyempurnakan/ mengutuhkan hidup wanita. Karena banyak wanita yang sudah menikah masih merasa sendiri, merasa tidak memiliki suami yang baik, atau bahkan banyak wanita yang setelah menikah bercerai. Maka, buku tersebut menjelaskan, bahwa keutuhan kita hanya di dalam Dia yang telah menyempurnakan segalanya. Bukan ada di tangan suami.
Buku ini mengajarkan kita bahwa menikah tidak boleh karena faktor alasan usia sudah tua, atau tekanan dari keluarga. Karena menikah harus benar-benar siap lahir dan batin, dimana cara menilai kita sudah siap atau tidak, kita harus bahagia dengan keberadaan kita. Jika dalam kesendirian kitapun kita sudah bahagia, maka kita kelak akan bisa bahagia berbagi hidup dengan pasangan kita, meskin dalam suka atau duka. Syukuri waktu penantian dengan memanfaatkan sebanyak mungkin untuk bergaul dengan Allah. Karena ketika sudah menikah, tidak dapat dipungkiri bahwa waktu kita bukan lagi sepenuhnya milik kita sendiri. Sudah banyak yang meminta waktu kita. Pasangan, anak, sanak saudara, kerabat, dll. Semua harus kita beri waktu kita, sehingga 24 jam rasanya begitu cepat berlalu. . Jika ketika masih sendiri perbanyaklah waktu untuk Tuhan, karena jika saat sendiri saja waktu untuk Tuhan tidak ada, apalagi setelah berkeluarga.
Jadi, saya mengatakan bahwa saya bersyukur sebelum menikah, saya sudah membaca buku ini. Karena banyak sekali manfaatnya. Pengajaran dalam buku Lady in Waiting menjadikanku berpegang teguh dalam suka duka kehidupan pernikahan saya.
Kesimpulan :
Menjadi wanita dalam penantian di mulai dengan penyerahan tanpa ragu kepada Yesus. Kekuatan dan disiplin yang di perlukan untuk menjadi wanita yang rajin, beriman, baik, penuh pengabdian, murni, aman, puas, penuh keyakinan dan sabar, di temukan di dalam relasi dengan mempelai surgawi secara radikal.
Cinta perlu perjuangan dan tindakan yang nyata
#noted
Komentar
Posting Komentar