Nikmati apa yang ada di depan Mata
Kebahagiaan rasanya terasa singkat dan kesedihan terkadang terasa lama dan berlarut - larut. Ya. itu lah kesimpulan dari cerita dibawah ini.
Dimulai dari kisah keluarga dengan mempunyai satu anak. Dimana ayahnya berselingkuh dengan perempuan lain. Disinilah kebahagian itu telah hilang dan kesedihan rasanya seperti tidak ada ujungnya. Di sisi lain teman-teman disekitarnya juga mengetahui perselingkuhan tersebut tetapi disembunyikan oleh temannya sehingga dia merasa di hianati oleh temannya juga. Rasa percaya kepada temannya menjadi berkurang karena kejadian tersebut.
Dari sisi istri yang suaminya telah selingkuh memang sungguh menyakitkan sehingga dia memutuskan untuk bercerai. Lalu hidup sendiri. Sehingga merasa dirinya bisa melakukan apapun dengan kekuatan sendiri (wanita mandiri). Begitulah kisah singkatnya yang membuat banyak noda kekecewaan pada dirinya sendiri.
Memutus hubungan dengan pasangan yang sudah lama bersama dan berbagi sebagian besar hidup dengannya, rasanya seperti memotong bagian tubuh ini. Dan rasa sakit itu akan terus mengahantui keduanya.Hingga berharap momen penebusan akan datang. Momen ketika akhirnya bisa memaafkan diri sendiri.
Sangat disayangkan jika wanita tersebut merasa dirinya bisa melakukan sendiri. Padahal sebenarnya kita membutuhkan dukungan dari lingkungan sekitar atau teman-teman. Guna untuk saling memberi rasa penyemangat, empati bahkan bantuan.
Memang saat masalah terjadi sangat diperlukan yang namanya disconect dari dunia yang dihadapi. Untuk diri sejenak melupakan pekerjaan untuk recharge diri supaya tubuh ini bisa melakukan aktivitas lebih baik lagi. Dan biasanya orang kesepian itu akan datang ke pingir pantai untuk menenangkan diri. Kenapa? Karena suara pantai, suara angin, dan pandangan yang indah membuat rasa kesepian itu akan hilang sejenak.
Tetapi, Ketika segala hal yang direncanakan tidak sesuai keinginan, maka mungkin saatnya untuk Surrender. Namun jaga emosi dan tetap tenang. Bahkan orang yang selalu kuat, selalu sabar pun bisa saja berada dalam posisi ingin menghilang, menyerah, dan butuh dikuatkan. Setiap orang punya fase jatuhnya masing-masing. Depresi itu nyata dan bisa menyerang siapa saja.
Kesalahan yang sudah pernah dilakukan memang sungguh menyakitkan, butuh bertahun-tahun untuk mengenluarkan kata "Memaafkan". Bahwa memaafkan seseorang sama arogannya dengan menghakimi seseorang. Itu hanya akan bertahan sebisa mungkin dan tetap ditempat, menunggu yang telah hilang datang kembali pada suatu hari nanti. Berpegang pada harapan yang tidak pasti. Menahan kegelisaan itu.
Satu hal yang perlu di ingat bahwa orang yang paling berharga dalam hidupmu adalah orang yang pernah berada di sisimu. Pada akhirnya, jika bicara mengenai penunjang dalam keluarga misalnya keuangan, cinta, harta benda dan hal lainnya tentang pernikahan, hanya satu kata yang menutup semua yaitu CUKUP. Saat kita merasa kasih sayang dan rasa nyaman dalam berbagai aspek itu cukup, maka hati ini tenang. Jangan cari yang tidak ada, nikmati yang ada di depan mata.
Kutipan cerita drama korea "the world of married couple"
Dimulai dari kisah keluarga dengan mempunyai satu anak. Dimana ayahnya berselingkuh dengan perempuan lain. Disinilah kebahagian itu telah hilang dan kesedihan rasanya seperti tidak ada ujungnya. Di sisi lain teman-teman disekitarnya juga mengetahui perselingkuhan tersebut tetapi disembunyikan oleh temannya sehingga dia merasa di hianati oleh temannya juga. Rasa percaya kepada temannya menjadi berkurang karena kejadian tersebut.
Dari sisi istri yang suaminya telah selingkuh memang sungguh menyakitkan sehingga dia memutuskan untuk bercerai. Lalu hidup sendiri. Sehingga merasa dirinya bisa melakukan apapun dengan kekuatan sendiri (wanita mandiri). Begitulah kisah singkatnya yang membuat banyak noda kekecewaan pada dirinya sendiri.
Memutus hubungan dengan pasangan yang sudah lama bersama dan berbagi sebagian besar hidup dengannya, rasanya seperti memotong bagian tubuh ini. Dan rasa sakit itu akan terus mengahantui keduanya.Hingga berharap momen penebusan akan datang. Momen ketika akhirnya bisa memaafkan diri sendiri.
Sangat disayangkan jika wanita tersebut merasa dirinya bisa melakukan sendiri. Padahal sebenarnya kita membutuhkan dukungan dari lingkungan sekitar atau teman-teman. Guna untuk saling memberi rasa penyemangat, empati bahkan bantuan.
Memang saat masalah terjadi sangat diperlukan yang namanya disconect dari dunia yang dihadapi. Untuk diri sejenak melupakan pekerjaan untuk recharge diri supaya tubuh ini bisa melakukan aktivitas lebih baik lagi. Dan biasanya orang kesepian itu akan datang ke pingir pantai untuk menenangkan diri. Kenapa? Karena suara pantai, suara angin, dan pandangan yang indah membuat rasa kesepian itu akan hilang sejenak.
Tetapi, Ketika segala hal yang direncanakan tidak sesuai keinginan, maka mungkin saatnya untuk Surrender. Namun jaga emosi dan tetap tenang. Bahkan orang yang selalu kuat, selalu sabar pun bisa saja berada dalam posisi ingin menghilang, menyerah, dan butuh dikuatkan. Setiap orang punya fase jatuhnya masing-masing. Depresi itu nyata dan bisa menyerang siapa saja.
Kesalahan yang sudah pernah dilakukan memang sungguh menyakitkan, butuh bertahun-tahun untuk mengenluarkan kata "Memaafkan". Bahwa memaafkan seseorang sama arogannya dengan menghakimi seseorang. Itu hanya akan bertahan sebisa mungkin dan tetap ditempat, menunggu yang telah hilang datang kembali pada suatu hari nanti. Berpegang pada harapan yang tidak pasti. Menahan kegelisaan itu.
Satu hal yang perlu di ingat bahwa orang yang paling berharga dalam hidupmu adalah orang yang pernah berada di sisimu. Pada akhirnya, jika bicara mengenai penunjang dalam keluarga misalnya keuangan, cinta, harta benda dan hal lainnya tentang pernikahan, hanya satu kata yang menutup semua yaitu CUKUP. Saat kita merasa kasih sayang dan rasa nyaman dalam berbagai aspek itu cukup, maka hati ini tenang. Jangan cari yang tidak ada, nikmati yang ada di depan mata.
Kutipan cerita drama korea "the world of married couple"
Komentar
Posting Komentar